Tampilkan postingan dengan label buat sendiri makanan mu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buat sendiri makanan mu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2016

Kue Lapis Glutenfree Pewarna Alam



Kita sih maunya jajanan yg sehat dong tentunya. Pake tepung lokal bukan tepung terigu gandum gluten. Pake pewarna alam dari tumbuhan yg ada di Nusantara bukan ekstraksi pabrik yg entah kapan dan bagaimana cara buatnya. Yang alami, segar dari petani lokal, lebih mudah dicerna tubuh tentunya.

Kue pewarna alam cakep dan sehat. Hijaunya dari kelor, ungunya dari bunga telang, merahnya dari serbuk rosella. Tepung garut dan tepung beras dibuat oleh artisan lokal bukan pabrikan (kebetulan kami mengenal beberapa petani yg juga mengolah hasil panennya menjadi tepung).

Aneka tepung lokal dan serbuk makanan pewarna alam dapat dibeli di Martani Pangan Sehat. Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk detil info dan pemesanan.

Yuuukk yg pengen mencoba sendri di rumah. 

Bahan: 
150 g tepung garut, 
150 g tepung beras,
6 sdt gula pasir 
sejumput garam 
1 sdt serbuk kelor 
1 sdt serbuk bunga telang
1 sdt serbuk bunga rosela
300 ml air

Resep lapis satu, warna hijau dari serbuk kelor. 
  1. Campurkan 50 gr tepung garut dan 50 gr tepung beras dan 2 sdt garam gula  
  2. semua bahan aduk sampai merata. 
  3. Sisihkan. 
Resep lapis dua dan tiga, warna biru bunga telang dan merah bunga rosela.
  1. Resep ke dua warna biru dan resep ke tiga warna merah bahan sama dgn no satu. Ganti kelor dgn bunga telang untuk warna biru dan rozela untuk warna merah.
  2. Sisihkan dan sudah menjadi tiga warna hijau, biru dan merah.
Menggabungkan ketiga adonan:
  1. Nach selanjutnya siapkan kukusan masak air sampai mendidih 
  2. Siapkan loyang tuang adonan pertama warna hijau kukus selama 5 menit, 
  3. selanjutnya tuang adonan ke 2 warna biru kukus lgi selama 5 menit ,
  4. dan terakhir tuang adonan ke tiga warna merah kukus selama 15 menit .
  5. angkat tunggu dingin dan siap untuk di nikmati . 
Mudah sebenernya untuk membuat makanan sehat dan murah, tapi tetap menarik warna dan tampilannya. Mudah dan sehat itu yg kita inginkan, dan tau bahan apa yg kita gunakan. 😊😊

Follow IG @WarungKaTaPusur Kak. Untuk mengikuti perkembangan terbaru di warung asik tempat nongkrong di pinggiran Sungai Pusur, Polanharjo. Pinarak.




Rabu, 07 Desember 2016

Sharing Mengolah Susu Menjadi Yoghurt di Kelurahan Desa Polan

Rabu tanggal 7 Desember kemarin Tim Warung Kata Pusur diundang oleh ibu-ibu Kelurahan Desa Polan, Klaten untuk berbagi pengetahuan mengenai cara mengolah susu menjadi yoghurt dalam acara arisan PKK Kelurahan Polan. Kami diundang oleh Ibu Anisa tetangga belakang Warung KaTa yang sebelumnya beberapa kali berkunjung ke warung dan tertarik untuk mengundang kami untuk sharing mengenai pengolahan pangan dalam acara arisan PKK Kelurahan Desa Polan.

Fahmi Berbagi Pengetahuan Cara Membuat Yoghurt di Balai Desa Polan, Polanharjo.

      Rabu pagi pukul 07.00 kami membeli susu sapi segar di KUD Jatinom  sebanyak 2 liter sebagai bahan dasar untuk membuat yoghurt. Acara arisan sendiri dimulai pukul 13.00, oleh sebab itu kami sudah harus menyiapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan sebelum acara dimulai. Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :

Bahan :
* Susu Sapi Segar 2 Liter
* Yoghurt Plain 400 ml
* Air

Alat :
* Kompor 1 Buah
* Panci 2 Buah
* Sotil Kayu 1 Buah
* Toples Kaca Besar  1 Buah

Kami sampai di Balai Desa pukul 14.00 ketika arisan sudah memasuki penghujung acara, kami disediakan waktu sekitar 30 menit untuk melakukan demo mengolah susu menjadi yoghurt. Memang dalam membuat yoghurt tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya saja untuk menunggu untuk menjadi yoghurt sepenuhnya membutuhkan waktu sehari. Cara membuatnya adalah sebagai berikut :

1. Rebus Toples Kaca Besar selama 15 menit, ini berfungsi untuk mematikan kuman yang menyebabkan kontaminasi pada yoghurt, karena toples ini akan dijadikan wadah fermentasi susu menjadi yoghurt selain itu juga dapat menjadi wadah penyimpanan dan memperpanjang umur simpan
2. Sembari memanaskan toples, panaskan juga susu sapi segar hingga suhu 80° C (jika tidak ada thermometer, panaskan sampai susu berasap dan jangan sampai mendidih karena akan merusak protein susu). Panaskan susu selama 3 menit lalu dinginkan sambil diaduk dengan sotil sampai suhu ruang.
3. Setelah susu dingin, campurkan susu dengan yoghurt plain. Yoghurt plain ini berfungsi sebagai starter karena dalam yoghurt plain mengandung bakteri yang dapat memfermentasi susu menjadi yoghurt.
4. Setelah dicampur, tuang kedalam toples kaca yang sudah direbus tadi. Kemudian simpan pada ruangan yang terhindar dari sinar matahari langsung, dan tunggu sampai keesokan pagi/siang.
5. Cek tekstur yoghurt keesokan harinya, jika kekentalannya belum merata, simpan kembali beberapa saat. Jika sudah, yoghurt siap dikonsumsi.

      Acara berakhir pukul 15.00, sesuai dengan alokasi waktu yang diberikan. Terimakasih ibu-ibu yang sudah memberikan kesempatan kami untuk berbagi, semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Sabtu, 03 Desember 2016

Joker = Yoghurt Kelor

Sebut saja JOKER. Singkatan untuk Yoghurt Kelor yang kami ciptakan saat berupaya mencari pengganti serbuk maca - serbuk green tea impor yg digunakan untuk pemberi rasa minuman di cafe-cafe. Segelas minuman saus dicampur serbuk maca yg diblender halus dengan es batu di cafe-cafe bisa mencapai harga 40-50 ribu. Tidak murah. Di sisi lain, Nusantara punya seribu-satu jenis tanaman yg biasa dipakai orang tua kita dulu untuk konsumsi sehat harian mereka. Kelor salah-satunya.

Joker (yoghurt kelor) Josss kata Arianiung (Nov 6)
Di Warung KaTa Pusur Sabtu 3 Desember 2016, di Balai Desa Polan Rabu 7 Desember 2016, di Puskesmas Polanharjo Rabu 20 Desember 2016, kami melakukan demo mengolah susu menjadi yoghurt. Di Hartono Mall tgl 6 November 2016, kami memperagakan demo membuat joker.

Pengunjung dipersilakan mencicipi kesegaran dan manfaat si hijau joker. Chandra si pembuat Yoghurt Fabio dan Zjiant Wiji dari Zjiant Cobek yg langsung memperagakan cara membuat joker di Hartono Mall.

Demo Joker di Hartono Mall (Nov 6)
Kami menyiapkan yoghurt yang sudah siap minum  untuk bisa dicicip oleh ibu-ibu yang hadir. Yoghurt ini berbeda dari biasanya, karena warnanya hijau pupus berasal dari campuran bubuk daun kelor.

Fahmi bersama Jajaran Puskesmas Polanharjo, Klaten (Des 20)
Untuk demo pembuatan yoghurt di Warung KaTa Pusur, di Balai Desa Polan dan Puskesmas Polanharjo, susu sapi segar kami beli dari KUD Jatinom yg berjarak kurang dari 5 km dari Warung KaTa Pusur. Starter menggunakan Yoghurt Fabio plain.

Penjelasan tentang serbuk daun kelor akan dibahas dipostingan yang lain ya, biar lebih khusus gitu. Disini mau sharing tentang gimana cara buat joker-nya, gampang kok:

Bahan
* Yoghurt Plain 1 Liter (kami menggunakan Yoghurt Fabio buatan Chandra teman kami)
* Serbuk Daun Kelor 4 sdt (kami menggunakan serbuk daun kelor dari Martani Pangan Sehat, juga teman kami)
* Gula Pasir                5 sdm

Alat
* Blender

Cara Membuat
1. Blender yoghurt beserta serbuk daun kelor dan gula pasir sampai halus
2. Sajikan dalam gelas

     Mudah bukan? Rasanya mirip dengan yoghurt greentea, tapi lebih enak. Ibu-ibu PKK Polan banyak yang suka, beberapa ada juga yang belum suka, mungkin karena belum terbiasa meminum yoghurt. Tapi disini kami lebih menekankan bahwa membuat yoghurt kelor itu mudah dan lebih sehat dibanding yoghurt kemasan yang dijual di supermarket yang menggunakan perisa buatan. Menyediakan makanan sehat untuk keluarga tercinta adalah mulia apalagi karena banyak bahan dasar pembuat aneka #panganlokal #pangansehat ada di sekitaran Polanharjo.



Rabu, 30 November 2016

Klappertaart Toping Rosela, Pisang, Kacang Tanah Sangrai

Di Indonesia klappertaart dikenal sebagai kue khas Manado dengan bahan dasar kelapa, tepung terigu, susu, mentega dan telur. Resep adonan tersebut merupakan pengaruh saat jaman pendudukan Belanda di Manado.

Klappertart Kukus toping selai rosela, pisang dan kacang tanah sangrai. Punya kelapa muda nganggur, pisang dan kacang tanah. Selai rosela buatan sendiri hasil praktek arenan ibu-ibu arisan RT 1 Ploso masih nyisa di kulkas. Tralaaa jadilah kue simpel tapi tetep enak. Ayo buat sendiri yuk.


Resep.

Alat :
  • Kompor
  • Panci Kukus
  • Baskom Kecil
Bahan :
  • Kelapa Muda        1 Buah
  • Kuning Telur        3 Butir
  • Tepung Martani    50 gram
  • Tepung Maizena   50 gram
  • Mentega                10 gram
  • Yoghurt Plain        200 ml
  • Kacang Tanah
  • Selai Rosella
  • Irisan Buah Pisang
Cara Membuat
  1. Kocok kuning telur, masukkan tepung martani, maizena, air kelapa, yoghurt, dan mentega. Aduk sampai tercampur rata
  2. Masukkan daging buah kelapa kedalam adonan
  3. Pindahkan adonan kedalam loyang/mangkuk
  4. Kukus selama kurang lebih 30-45 menit
  5. Setelah matang, tambahkan selai rosella, kacang, dan pisang sebagai topping
  6. Masukkan ke dalam kulkas beberapa saat sampai dingin
  7. Klappertaart siap disantap
Tercertus ide membuat klappertaart ketika kami membeli beberapa buah kelapa yang dijual oleh seorang bapak-bapak yang mengendarai sepeda motor lewat didepan warung kami. Proses tawar menawar terjadi, karena harga kelapa yang dijual cukup mahal hehe tapi akhirnya kami membeli 4 buah kelapa muda.

awal mulanya kami ingin membuat klappertaart yang umum biasa dibuat, (dipanggang, bahannya ada terigu, susu, kismis, kenari, keju), tapi kami tidak memiliki semua bahan itu, dan terlebih oven kami ternyata sedang bermasalah jadi tidak bisa dipakai memanggang. Tapi bukan Warung KaTa kalau menyerah dengan keadaan, disinilah kreativitas kami diuji Kami coba dikukus, susu kita ganti yoghurt,dan toppingnya menggunakan bahan-bahan yang ada di warung. Rasanya? Enak! 

Oh iya belum jelasin tentang tepung martani, tepung martani adalah tepung yang kami buat sebagai pengganti tepung terigu dengan mencampu berbagai macam tepung, yaitu tepung Mocaf, tepung Beras, dan tepung Garut. Jadi tepung ini bebas akan Gluten

Tertarik untuk mencoba dirumah?