Tampilkan postingan dengan label fermentasi sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fermentasi sehat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 April 2017

Pupuk Cair Fermentasi

Pertama denger soal pupuk cair yang kebayang adalah formula entah apalah itu. Mudah ternyata membuatnya. Tanaman jadi cepat berbunga dan tumbuh subur. Siapa bilang sampah buangan rumah tidak berguna?


Masukkan sisa kupasan nanas, pisang, potongan sisa sayuran ke dalam ember plastik MOL / POC. 
  • Mikro Organisma Lain. 
  • Pupuk Organik Cair.
Tambahkan air cucian beras dan air kelapa. Tambahkan air kombucha 5 sdm sebagai starternya. Banyak orang menyarankan menambahkan EM4 untuk starter. Bisa dibeli di toko pertanian. Karena kami punyanya kombucha, pakai yg ada aja. 

Tambahkan gula merah atau putih 5 sdm. Biarkan 3-5 hari. Aduk setiap pagi. Jika tercium bauk harum, berarti mikroba tumbuh optimal. Jika sebaliknya bauk busuk menyengat, segera buang dan ganti dengan formula baru. 

Coba ganti bahan dasar untuk fermentasi. Kami sudah coba dengan sabut kelapa. Tiga hari saja, lembaran putih kombucha sudah terbentuk. Sabut kelapa disebut punya kandungan Kalium yg tinggi, baik untuk pembentukan bunga dan biji.


Senin, 02 Januari 2017

Kenapa Sayuran Dan Buah Fermentasi Meningkatkan Imunitas dan Kesehatan?

Tape dan asinan itu contoh fermentasi yg sudah akrab kita kenal. Tempe dan tahu juga. Roti dan bir adalah contoh fermentasi yg sudah mendunia. Keju, kefir, yoghurt, kimchi, asinan, kombucha, kecap, nata de coco, oncom, tempoyak dll.

Daftar makanan fermentasi se-dunia menurut Wikipedia bisa dilihat di link berikut. Banyak juga ternyata. https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_makanan_hasil_fermentasi

Fermentasi Apakah Itu.
Fermentasi dalam pemrosesan bahan pangan adalah pengubahan karbohidrat menjadi alkohol dan karbon dioksida atau asam amino organik menggunakan ragi, bakteri, fungi atau kombinasi dari ketiganya di bawah kondisi anaerobik. Perilaku mikroorganisme terhadap makanan dapat menghasilkan dampak positif maupun negatif, dan fermentasi makanan biasanya mengacu pada dampak positifnya.

Sains yang mempelajari fermentasi disebut dengan zimologi. Louis Pasteur merupakan pakar Zymologist pertama di dunia, ketika pada tahun 1856 ia menghubungkan keberadaan ragi terhadap proses fermentasi.

Fermentasi Sehat.
Manfaat utama fermentasi adalah pengubahan karbohidrat menjadi asam organik yang bersifat mengawetkan makanan. Contoh fermentasi yaitu jus anggur yang difermentasi menjadi minuman anggur, gandum menjadi bir, dan sebagainya. Fermentasi menjadikan makanan lebih tahan lama.

Setidaknya ada lima manfaat fermentasi:

  • Mengurai gula kompleks menjadi bentukan yg lebih mudah diserap usus
  • Membanjiri usus dengan mikroflora menguntungkan (probiotik)
  • Memperkaya variasi makanan dengan mengubah aroma, rasa, dan tekstur makanan
  • Mengawetkan makanan dengan menghasilkan sejumlah asam laktat, alkohol, dan asam asetat dalam jumlah yang signifikan
  • Memperkaya nutrisi makanan dengan menambahkan sejumlah protein, asam amino, serta vitamin. Membuat vitamin B seperti asam folat, riboflavin, niacin, thiamin dan biotin
  • Mengeliminasi senyawa anti nutrien
  • Mengurangi waktu dan sumber daya yang diperlukan dalam memproses makanan
  • Mengeluarkan racun dari makanan; semua biji-bijian mengandung asam fitat yang menghambat penyerapan zinc, zat besi kalsium, dan magnesium. Perendaman dan fermentasi biji-bijian menetralkan asam fitat.
Fermentasi Tidak Sehat, Apakah Ada.
Botulisme akibat makanan fermentasi pernah. Clostridium botulinum berkembang dengan baik pada kondisi kedap udara.

Proses Terjadinya Fermentasi.
xxx

Kenapa Fermentasi Meningkatkan Imunitas dan Kesehatan.
Mengkonsumsi makanan fermentasi adalah salah-satu hal terbaik untuk kesehatan keseluruhan. Masuknya mikroflora ke dalam sistim pencernaan tubuh meningkatkan imunitas dan kesehatan.

Rasa asam fermentasi akan memberi manfaat untuk hati dan kandung empedu.
Fermentasi mengandung bakteri sehat seperti Lactobacillus.
Fermentasi sayuran membuat antioksidan tinggi

Resep Sayuran Fermentasi.
Ada banyak resep dan sayuran yg bisa difermentasi. Berikut yg umum digunakan, dikutip dari https://buahbuahanx.blogspot.co.id

Kubis sering digunakan sebagai sayuran pokok karena sarat dengan bakteri menguntungkan yang dibutuhkan. Sayuran lain, seperti wortel, daun bawang, dan brokoli, juga dapat ditambahkan.

Cara Membuat:

  1. Potong sayuran yang Anda pilih menjadi potongan-potongan kecil. Semakin kecil semakin baik. Potongan sayuran kecil akan lebih mudah melepaskan cairan yg terkandung di dalamnya. 
  2. Campur semua sayuran dalam mangkuk besar.
  3. Gunakan garam secukupnya (1 sampai 3 sdm garam).
  4. Ketika Anda mencampur sayuran Anda akan menemukan cairan yg keluar dari potongan sayuran. Tuangkan cairan dan sayuran ke dalam toples. Tekan ke bawah untuk melepaskan gelembung udara dan untuk menenggelamkan sayuran sepenuhnya sehingga seluruh sayuran terendam.
  5. Tutup dengan kain agar tidak ada telur lalat dan serangga yg masuk. Atau gunakan tutup toples.
  6. Buka penutup toples setiap pagi agar tekanan terlepas. 
  7. Simpan dalam suhu kamar setidaknya 4-7 hari. Beberapa orang menyimpan sayuran fermentasi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. 
  8. Simpan dalam lemari es setelah anda mendapatkan rasa asam fermentasi yg diinginkan.

Selamat mencoba.



Jumat, 16 Desember 2016

Rejuvelac Fermentasi Sehat Non-Alkohol

Seorang kawan ekspat usul untuk membuat vegan cheese dari kacang mede. Tidak sulit katanya. Dan rasanya luar biasa, beda banget sama keju olahan susu sapi. Apalagi ditambah info bahwa keju dari biji-bijian lebih sehat dan taste-nya lebih fresh (ah make English juga, mikir-mikir apa kata yg tepat untuk fresh selain segar - biasa dipakai untuk sayuran). Asiknya lagi nih kawan mengenalkan dengan seorang kawannya yg berada di Turki, yg kemudian memberi resep tentang pembuatan keju vegan dan rejuvelac ini.


Rejuvelac Percobaan Pertama Kami di Warung KaTa Pusur.

Apa sih rejuvelac? Gambar apa itu, tanya seorang kawan di sosmed kami. Apakah itu semacam narkoba tambahnya mengekspresikan rasa penasarannya. 

Rejuvelac memang istilah yg masih asing di telinga kita. Apalagi ditambah kata fermentasi, bawaannya sudah alkohol aja. Padahal khasiatnya fermentasi dan rejuvelac ini luar biasa. Bahan untuk membuatnya juga mudah didapat di sekitaran kita. Bukan hal yg baru karena nenek kita sejak dulu sudah mengkonsumsi aneka panganan olahan lokal berfermentasi yg kaya mikroflora - mempertahankan kesehatan meningkatkan imunitas tubuh.

Rejuvelac adalah minuman fermentasi non-alkohol yang dibuat dari kecambah biji-bijian. Rejuvelac mengandung bakteri yang bermanfaat dan enzim-enzim aktif yang sangat berguna untuk membantu pencernaan dalam tubuh (probiotik). 

Rejuvelac dapat diminum sebagai obat pencernaan atau dapat juga digunakan sebagai kultur starter dalam pembuatan makanan fermentasi seperti keju, yoghurt, dan saus yang bahan-bahannya menggunakan kacang tanah, kacang mete, almond, beras dan biji-bijian lainnya. 

Warna air rejuvelac keruh, pucat, memiliki sensasi rasa lemon, tajam dan ada sedikit aroma tanah.

Membuat rejuvelac dengan cara merendam kecambah biji-bijian dalam air sampai sekitar 2 hari pada suhu ruang
Cara membuat rejuvelac :
  1. Cuci biji (misal beras coklat), buang beras yang mengapung
  2. Rendam dengan air minum selama 8 jam
  3. Buang airnya, biarkan dalam kondisi lembab selama 2 hari
  4. Setelah muncul ekornya, rendam dengan air minum selama 2 hari
  5. Rejuvelac siap minum / simpan dalam kulkas
Catatan:
  • Cuci dulu wadah dan rebus agar steril
  • Sewaktu bilas, minimalkan sentuhan dengan tangan langsung
  • Ketika airnya sudah berwarna putih dan baunya harum lalu muncul gelembung ketika toples digoyang-goyang, pertanda rejuvelac sudah siap
  • Rejuvelac dalam kulkas bisa tahan selama 2 minggu
  • Pastikan gunakan air tanpa klorin, karena klorin dapat membunuh bakteri probiotik dalam beras/biji-bijian lain (lebih bagus air minum)
Selamat mencoba, semoga bermanfaat :)

Link rejuvelac inspirasi:

Minggu, 04 Desember 2016

Fermentasi Jamur Teh Kombucha Penawar Racun Tubuh

Panen Kombucha di Warung KaTa Pusur seru. 
Menyediakan kombucha untuk orang kota, itu biasa. Membawa kombucha ke Warung KaTa Pusur menarik perhatian banyak pengunjung kami. Asiknya lagi, mereka yg tertarik tentang ekresi ragi teh, bisa langsung icip-icip dan melihat sendiri bagaimana bentuk rupa si kombucha. Beberapa pengunjung yg beruntung datang saat kami memanen kombucha, mengagumi proses sederhana yg terjadi yg menghasilkan rasa unik minuman yg dihasilkan.

Seorang kawan bercerita kalau ibu dan neneknya yg tinggal di Klaten, juga memiliki kombucha. Jamur dipo namanya. Disimpan di lemari di bagian atas, sesekali dipanen. Waktu itu saja, dia sudah menantikan waktu panen dan menantikan ikut mencicipi rasa asam manis si kombucha. Artinya kombucha bukan hal yg baru buat kita, tapi kenapa minuman botolan pabrikan pemanis pengawet buatan yg kemudian menjadi ngetop, padahal ada minuman rumahan sehat seperti si kombucha.

Kombucha
Diambil dari berbagai sumber.

Kombucha adalah jamur teh yang berasal dari Asia Timur dan tersebar ke Jerman melalui Rusia sekitar pergantian abad ke-20. Penyembuh berbagai macam penyakit ini semakin banyak digunakan di rumah tangga di pelbagai negara di Asia. 

Jamur kombucha merupakan membran jaringan-jamur yang bersifat gelatinoid dan liat, serta berbentuk piringan datar. Kombucha hidup dalam larutan nustrisi teh-gula yang tumbuh dengan cara germinasi. 

kombucha di WKP
Kombucha tea (teh kombucha) merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha (Acetobacter xylinum dan beberapa jenis khamir) dan di fermentasi selama 8-12 hari.

Kultur kombucha berbentuk seperti pankuk yang berwarna putih (pucat) dan bertekstur kenyal seperti karet dan menyerupai gel. Kultur yang disebut pelikel ini terbuat dari selulosa hasil metabolisme bakteri asam asetat. Kultur kombucha dapat terletak mengapung di permukaan cairan atau kadang dijumpai tenggelam di dalam cairan teh kombucha. Kultur kombucha mencerna gula menjadi asam-asam organik, vitamin B dan C, serta asam amino dan enzim. Kultur ini juga berperan sebagai mikroorganisme probiotik yang baik bagi kesehatan.

Selama proses fermentasi dan oksidasi berlangsung, terjadi bermacam-macam reaksi pada larutan teh-manis secara asimilatif dan disimilatif. Jamur teh memakan gula, dan sebagai gantinya memproduksi zat-zat bermanfaat yang dalam minuman tersebut, seperti asam glukuronat, asam laktat, vitamin, asam amino, antibiotik, serta zat-zat lain. Maka dari itu, jamur kombucha ini bagaikan sebuah pabrik biokimia mini.

Pada tahun 1914 Bacinskaja menyatakan bahwa minuman ini efektif untuk kegiatan perut dan usus, khususnya pada bagian pembuangan. Cara kerja kombucha dengan menstabilkan metabolisme tubuh dan menawarkan racun dengan asam glukuronat. 

Fermentasi, setelah diinokulasi, toples ditutup kembali dengan kain/kertas dan disimpan pada suhu kamar selama 8-12 hari. Fermentasi berlangsung sekitar 8 - 12 hari, tergantung suhu. Lebih hangat temperatur ruangan, lebih cepat proses fermentasinya. Periode 8 - 12 hari diberikan hanya sebagai pedoman. Koloni kombucha memerlukan tempat yang tenang dan hangat dan tidak boleh digoyang dan dipindah-pindah.

Pada saat proses fermentasi terjadi, gula akan dipecah oleh khamir dalam starter dan akan terbentuk CO2. Cairan teh tersebut menjadi berbuih dan rasanya akan lebih masam. Ketika tingkat keasaman pH sekitar 2,7-3,2, maka fermentasi sudah dapat dihentikan.

Jamur ini memiliki beberapa senjata guna menjaga dirinya seperti: asam organik, kandungan alkohol yang rendah, asam karbonat, produk antibiotik yang akan merintangi pertumbuhan mikroorganisme asing yang bukan berasal dari jamur itu sendiri.

Semakin lama fermentasi maka rasa teh kombucha akan semakin asam dan rasa manis akan semakin berkurang. Lama fermentasi yang disarankan adalah tidak lebih dari 14 hari karena gula telah benar-benar difermentasi dari minuman dan minuman memiliki rasa yang kuat seperti anggur.

Manfaat utama dari teh Kombucha adalah sebagai pendetox tubuh, yaitu mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh. Selain itu Teh Kombucha ini dapat meningkatkan antibodi, melancarkan pencernaan dan menyembuhkan penyakit, mulai dari Jerawat, Eksim, mengurangi sakit saat Haid, menyembuhkan keputihan, maag, insomnia, asma sampai ke Diabetes dan Kanker serta digunakan sebagai terapi untuk menyembuhkan AIDS. Pada tahun 1996, seorang bernama Bev Ferguson, pemilik Kombucha Manna Internasional membuat sebuah survey di sebuah mailing list Kombucha yang beranggotakan 600 orang dari seluruh dunia. Mereka berbagi pengalaman, manfaat  apa yang telah mereka dapatkan setelah mengkonsumsi Teh Kombucha. Hasilnya kemudian dipetakan sebagai berikut:

·         82% Resistensi terhadap pilek & flu
·         81% Kondisi tubuh meningkat
·         81% Bebas dari sembelit
·         44% Mengalami peningkatan energi
·         42% Terbebas dari nyeri arthritis
·         30% Berat badan menjadi seimbang
·         27% Memiliki pola tidur yang lebih sehat
·         27% Terbebas dari sakit maag dan masalah pencernaan
·         24% Menurunkan berat badan 2.5 – 5kg
·         21% Peningkatan kualitas kulit
·         19% Terbantu dari gejala PMS
·         19% Terbebas dari alergi
·         17% Penurunan Tekanan Darah & Kolesterol

Kandungan Gizi Kombucha

Kombucha Bunga Telang